OSI Layer

by admin
osi layer

Apakah Anda pernah mendengar tentang OSI Layer? OSI atau singkatan dari Open System Interconnection adalah model referensi yang dikembangkan. Tujuannya adalah untuk menciptakan kerangka dengan sifat konseptual. Di mata orang awam, pastinya OSI sangat asing di telinga.

Bahkan, beberapa orang sulit mengerti dari pengembangan referensi tersebut. Sebagai contoh sederhana, ketika Anda menggunakan email, bagaimana isi email bisa berpindah ke perangkat lain? Dalam penglihatan mata, hanya dengan satu klik saja, isi email akan diterima dalam bentuk sama. Namun, hal ini ternyata membutuhkan proses yang panjang. Nah, proses inilah yang berkaitan dengan OSI Layer.

OSI Layer dan Pengertiannya

Melihat contoh sederhana di atas, bisa disimpulkan jika OSI Layer adalah konsep yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi. Pertukaran tersebut terjadi di berbagai jenis sistem komunikasi komputer sengan menggunakan protokol standar. Nantinya protokol tersebut adalah format aturan terkait proses pertukaran informasi antar komputer.

osi layer

Lebih sederhana lagi, OSI Layer adalah referensi yang terus mengalami perkembangan dan menjadi standarisasi khusus yang berkaitan dengan koneksi komputer. Tujuan dari model ini adalah menjadi rujukan bagi para developer. Alhasil, produk atau perangkat lunak yang dibuat mempunyai sifat interpolate.

Macam-macam Model OSI Layer

Setelah melihat lebih dalam tentang OSI, apakah Anda mulai memahaminya? Dalam model referensi canggih ini terdapat 7 lapisan. Masing-masing dari layer mempunyai fungsi dan perannya tersendiri. Berikut macam-macam lapisan layer yang harus Anda ketahui berdasarkan urutannya.

  • Physical Layer

Jenis layer pertama yang bisa Anda ketahui dari OSI adalah Physical Layer. Lapisan ini mempunyai fungsi untuk melakukan transmisi terhadap bit data. Selain itu, Physical Layer mampu mendefinisikan media tranmisi jaringan serta membangun arsitektur jaringan. Contohnya seperti topologi jaringan dan pengkabelan.

Jadi, nantinya Physical Layer pengirim akan melakukan transmisi menuju ke Physical Layer milik penerima. Biasanya jenis sinyal transmisi yang digunakan tidaklah sembarangan.

Alhasil, penerimaan sinyal bisa dilakukan dengan baik. Jenis sinyal juga harus didukung dengan media fisik. Contohnya seperti kabel, cahaya biasa, tegangan listrik, infrared, atau frekuensi radio. Apabila lapisan pertama wudah selesai melakukan tigasnya, maka sinyal tranmisiakan diteruskan ke layar kedua.

  • Data-Link Layer

Jenis OSI Layer pada lapisan kedua adalah Data-Link Layer. Pada lapisan satu ini, tugasnya adalah menentukan setiap bit data yang dikelompokkan menjadi format. Pengelompokkan tersebut disebut dengan frame. Di bagian level ini, juga terjadi koreksi kesalahan untuk menemukan kesalahan yang mungkin terjadi di lapisan pertama.

Jadi, untuk mencegah terjadinya kesalahan, lapisan kedua Data-Link Layer akan membungkus bit. Tidak hanya itu saja, tapi juga berkaitan dengan flow control dan pengalamatan perangkat keras.

Lapisan kedua ini juga menjadi penentu bagaimana perangkat jaringan melakukan operasi. Perangkat jaringan tersebut berupa bridge, hub, repeater, dan switch pada layer dua.

Sementara bagian spesifikasi IEEE 802, tingkatan terbagi menjadi dua level, yakni lapisan Media Access Control atau MAC dan lapisan LLC atau Logical Link Control. MAC mempunyai fungsi untuk melakukan pengontrolan terhadap perangkat jaringan yang mendapatkan koneksi ke medium.

Selain itu, MAC akan memberikan izin saat akan melakukam transmisi bit. Sementara LLC mempunyai fungsi sebagai pengidentifikasi dan pembungkus protokol network layer. Bagian jaringan ini juga akan melakukan pemeriksaan jika terjadi kesalahan penyaluran transmisi bit.

  • Network Layer

Lapisan ketiga yang bisa Anda temui dalam OSI adalah Network Layer. Lapisan tersebut mempunyai tugas untuk melakukan identifikasi alamat IP. Hal inilah yang membuat setiap komputer saling mempunyai koneksi dalam satu jaringan sama.

Ada lagi fungsi lainnya dari layer ini, yakni pelaksanaan proses routing dan membuat header untuk paket data yang berisikan informasi IP. Dalam suatu kondisi, lapisan Network Layer juga melakukan proses routing melalui networking dengan bantuan router dan switch pada lapisan ketiga.

  • Transport Layer

Lapisan keempat dalam OSI Layer yang bisa Anda temui adalah Transport Layer. Lapisan tersebut mempunyai fungsi atau peranan sebagai pemecah data menjadi sebuah paket data. Selain itu, lapisan ini akan memberikan sejumlah nomor urut untuk di setiap paketnya.

Alhasil, saat penyusunan kembali sampai di tempat tujuan, layer ini juga menentukan protokol yang akan digunakan untuk melakukan tranmisi data. Sebut saja seperti protokol TCP. Protokol itu nantinya akan mengirimkan paket data dan memastikan jika paket sudah diterima.

 

Lapisan Transport Layer pada OSI Layer juga bisa melakukan transmisi ulang terhadap paket yang hilang atau rusak saat proses pengiriman dilakukan. Dengan adanya layer tersebut, maka data bisa disalurkan dari server menuju pengguna tanpa adanya gangguan. Tidak heran jika lapisan ini dianggap mempunyai peranan penting dalam jaringan protokol.

setting osi

  • Session Layer

Jenis lapisan kelima yang bisa Anda temui dalam OSI Layer adalah Session Layer. Layer ini akan membantu mengendalikan koneksi dialog. Tidak hanya itu saja, tapi juga melakukan pengelolaan terhadap koneksi pada suatu komputer.

Session Layer juga mempunyai tugas untuk melakukan pemutusan koneksi internet pada suatu komputer. Contoh protokol yang bisa Anda temui pada lapisan ini adalah RTP, NFS, SMB, dan lain sebagainya.

  • Presentation Layer

Lapisan keenam dalam OSI Layer yang bisa Anda temukan adalah Presentation Layer. Pada lapisan ini, fungsinya adalah untuk mentranslasikan format data yang akan ditransmisikan oleh aplikasi. Nantinya, tranmisi akan disalurkan dalam format yang dapat ditransmisikan oleh suatu jaringan.

Dengan kata lain, perannya adalah mengidentifikasi terhadap sintaks yang digunakan dalam suatu host jaringan untuk melakukan komunikasi. Presentation Layer akan memberikan data terenkripsi dan dekripsi melalui sistem. Anda bisa menemukannya pada protokol, TLS, SSL, MIME, dan lain sebagainya.

  • Application Layer

Lapisan ketujuh dalam OSI Layer adalah Application Layer. Lapisan ini mempunyai fungsi untuk melakukan komunikasi dengan penyedia interface di setiap jaringan protokol. Tentunya, jaringan tersebut berasal dari aplikasi sebelumnya. Lapisan ini ternyata berada di lapisan teratas.

Application Layer menghadirkan layanan yang diperlukan oleh aplikasi. Selain itu, ada beberapa protokol yang bisa ditemukan pada lapisan ini. Pertama, HTTP atau Hypertext Transfer Protocol. Jenis protokol tersebut menawarkan kumpulan perintah yang digunakan dalam komunikasi antar jaringan.

Jenis protokol kedua adalah SMTP atau Simple Mail Transfer Protocol. Jenis protokol pada lapisan di OSI Layer ini menyediakan komunikasi dengan server yang dipakai untuk mengirim email lokal ke server. Protokol ini akan berjalan di bagian Application Layer.

Sementara jenis protokol yang ketiga adalah NFS atau Network File System. Jenis protokol NFS mampu membagi file melalui jaringan tanpa peduli dengan jenis sistem operasi yang digunakan.

Xpertindo, Jasa Setting OSI Terbaik

Itulah pembahasan singkat terkait dengan OSI Layer. Meski masih terasa asing bagi awam, tapi tidak ada salahnya untuk mengetahui informasi di atas. Hal ini mengingat perkembangan teknologi yang semakin terus berada di depan.

Jika Anda butuh jasa pemasangan Layer OSI terbaik, pastikan untuk menyewa jasa Xpertindo. Kami menyediakan fasilitas setting Layer OSI dengan kualitas terbaik. Sehingga nantinya bisa memudahkan pengaturan jaringan di tempat Anda.

Segera hubungi admin kami yang berpengalaman sekarang juga!

Related Posts